Seru!Pembahasan Tacit Knowledge di lingkungan DPTR Bantul

Pembahasan Tacit Knowledge bagi ASN Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana) Kabupaten Bantul dilaksanakan pada Selasa (28/7/2026) di ruang rapat DPTR yang diikuti oleh semua karyawan. . Tacit Knowledge adalah pengetahuan yang melekat pada individu dan diperoleh melalui pengalaman kerja, intuisi, keterampilan pribadi, praktik kerja, maupun sumber pengalaman lainnya. Demikian disampaikan oleh Sekretaris Dinas DPTR Bantul (Agus Muji Hartono) yang memimpin kegiatan pembahasan tersebut. 

“Pengetahuan ini umumnya belum terdokumentasi secara tertulis sehingga lebih banyak ditransfer melalui interaksi, pengalaman langsung, pendampingan, atau pembelajaran antarpegawai, ” terang Agus.

Menurut Agus seseorang dapat dikatakan memiliki Tacit Knowledge apabila memiliki salah satu atau beberapa kondisi seperti memiliki cara kerja yang memudahkan penyelesaian tugas, sering dimintai saran atau bantuan oleh rekan kerja, memiliki pengalaman kerja yang menghasilkan pembelajaran, pernah menemukan solusi yang belum diatur dalam SOP ataupun memiliki keahlian atau keterampilan tertentu.

“Tacit Knowledge merupakan aset organisasi yang berisiko hilang ketika pegawai berpindah tugas, mutasi, pensiun, atau tidak lagi menjalankan pekerjaannya, ”ungkapnya

“Kehilangan satu orang yang memiliki pengetahuan kritis dapat berarti hilangnya kapabilitas penting organisasi, oleh karena itu, Knowledge Management bertujuan mengubah pengalaman individu menjadi aset organisasi agar dapat diwariskan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan, ”imbuh Agus.

Lebih lanjut Agus menjelaskan bahwa secara umum, identifikasi Tacit Knowllegde dapat dilakukan melalui tiga langkah utama yakini masalah apa yang biasanya bisa diselesaikan secara efektif, cara, pendekatan, atau trik apa yang biasa gunakan dan  manfaat atau hasil nyata dari cara tersebut. 

“Tacit Knowledge tidak selalu berupa inovasi besar atau penelitian. Hal-hal sederhana yang mampu mempermudah pekerjaan, meningkatkan efektivitas, dan memberikan manfaat bagi orang lain juga merupakan Tacit Knowledge yang bernilai, contohnya pengalaman praktis dalam menyelesaikan pekerjaan, cara kerja, tips, atau shortcut yang lebih efisien, solusi terhadap masalah berdasarkan pengalaman dan Intuisi, komunikasi, dan jejaring dalam mengambil keputusan, pungkas Agus setelah pembahasan selesai dan disusun Hasil Identifikasi Tacit  Knowledge yang nanti nya akan dikirim ke BKPSDM Bantul. (ririe)