Perkuat Budaya 5S, DPTR Bantul Segarkan Kompetensi Pelayanan Publik

BANTUL – Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana) Kabupaten Bantul menggelar kegiatan Coaching Clinic bagi petugas Front Office pada Senin (5/10/2026). Kegiatan ini berfokus pada penguatan implementasi budaya 5S, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun dalam aktivitas pelayanan sehari-hari. 

Sekretaris DPTR Kabupaten Bantul, Agus Muji Hartono, menyampaikan bahwa petugas front office merupakan wajah utama instansi. Menurutnya, impresi pertama yang diberikan petugas sangat menentukan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah, sehingga peningkatan kompetensi perilaku dan profesionalisme petugas menjadi hal yang krusial.

Agus menjelaskan bahwa meskipun istilah 5S tidak tertulis secara eksplisit dalam peraturan perundang-undangan, penerapannya merupakan wujud nyata dari amanat Pasal 34 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Undang-undang tersebut mewajibkan setiap pelaksana pelayanan publik untuk selalu bersikap sopan, ramah, adil, serta tidak berbelit-belit saat melayani masyarakat. Melalui coaching clinic ini, para petugas dibekali pemahaman mendalam mengenai definisi dan dampak langsung dari masing-masing elemen 5S terhadap kenyamanan pengguna layanan.

Dalam pelatihan ini, elemen 5S dijabarkan secara terintegrasi, dimulai dari Senyum, yaitu petugas dilatih memberikan senyuman tulus yang simetris hingga mata ikut tersenyum (Duchenne smile) untuk menurunkan ketegangan warga. Selanjutnya adalah Salam, berupa pengucapan salam formal atau keagamaan dengan postur tubuh yang siap melayani sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada masyarakat. Elemen ketiga adalah Sapa, yaitu membangun kedekatan emosional melalui pelayanan personal dengan menyebutkan nama atau sebutan hormat seperti Bapak atau Ibu dengan artikulasi yang jelas. Sementara itu, Sopan ditunjukkan melalui profesionalisme tinggi dengan menjaga gestur tubuh, seperti tidak menyilangkan tangan atau bermain gawai, serta mendengarkan secara aktif. Terakhir adalah Santun, yaitu selalu mendahulukan kata tolong, maaf, dan terima kasih dalam setiap interaksi agar masyarakat merasa dihargai.

Tidak hanya sekadar teori, para peserta juga mengikuti sesi simulasi dan latihan intensif untuk menghadapi berbagai situasi di lapangan. Salah satu menu latihan utama adalah pengondisian refleks spontan agar petugas tetap berkepala dingin dan mampu merespons keluhan emosional warga secara bijak. Agus berharap, melalui agenda penyegaran dan pembekalan ini, DPTR Kabupaten Bantul dapat terus mempertahankan dan meningkatkan standar pelayanan publik yang prima, selaras dengan slogan DPTR "Melayani dengan Hati". (ririe)